Wednesday, May 7, 2014

Diagram Pareto

            Menurut Vincent Gaspersz ( 2001:46 ) Diagram Pareto adalah grafik batang yang menunjukkan masalah berdasarkan urutan banyaknya kejadian. Masalah yang paling banyak terjadi ditunjukkan oleh grafik batang pertama yang tertinggi serta ditempatkan pada sisi paling kiri, dan seterusnya sampai masalah yang paling sedikit terjadi ditunjukkan oleh grafik batang terakhir yang terendah serta ditempatkan pada sisi paling kanan.
Pada dasarnya diagram pareto dapat dipergunakan sebagai alat interprestasi untuk:
·         Menentukan frekuensi relatif dan urutan pentingnya masalah-masalah atau penyebab-penyebab yang ada;
·    Memfokuskan perhatian pada isu-isu kritis dan penting melalui membuat ranking terhadap masalah-masalah atau penyebab-penyebab dari masalah itu dalam bentuk yang signifikan.
Untuk menjelaskan proses pembuatan diagram pareto, akan dikemukakan melalui beberapa langkah:
1.      Menetukan masalah apa yang akan diteliti, mengidentifikasi kategori-kategori atau penyebab-penyebab dari masalah yang akan diperbandingkan. Setelah itu merencanakan dan melaksanakan pengumpulan data.
a.       Menentukan masalah apa yang akan diteliti, misal item produk yang cacat;
b.     Menentukan data apa yang diperlukan dan bagaimana mengklasifikasikan atau mengkategorikan data itu. Contoh: klasifikasi berdasarkan penyebab keterlambatan, jenis kerusakan, lokasi, proses, mesin, shift, operator atau pekerja, metode;
c.    Menentukan metode dan periode pengumpulan data, termasuk dalam hal ini adalah menentukan unit pengukuran dan periode waktu yang dikaji.
2.   Membuat suatu ringkasan daftar atau tabel yang mencatat frekuensi kejadian dari masalah yang telah diteliti dengan menggunakan formulir pengumpulan data atau lembar periksa;
3.  Membuat daftar masalah secara berurut berdasarkan frekuensi kejadian dari yang tertinggi sampai terendah, serta hitunglah frekuensi kumulatif, persentase dari total kejadian, dan persentase dari total kejadian secara kumulatif;
4.      Menggambar dua buah garis vertical dan sebuah garis horizontal.
1.      Garis Vertikal
a.       Garis vertical sebelah kiri:buatlah garis ini, skala dari nol sampai total keseluruhan dari kerusakan .
b.      Garis vertical sebelah kanan:buatlah pada garis ini.
2.      Garis Horizontal:
Bagilah garis ini ke dalam banyak interval sesuai dengan banyaknya item masalah yang akan diklasifikasikan;
5.      Buatlah histogram pada diagram pareto;
6.      Gambarkan kurva kumulatif serta cantumkan nilai-nilai kumulatif (total kumulatif atau persen kumulatif) di sebelah kanan atas dari interval setiap item masalah;
7.   Memutuskan untuk mengambil tindakan peningkatan atas penyebab utama dari masalah yang sedang terjadi itu. Untuk mengetahui akar penyebab dari suatu masalah, kita dapat menggunakan diagram sebab-akibat atau bertanya mengapa beberapa kali (konsep why-why).
8.   Tulis item-item yang diperlukan pada diagram :
1. Item yang berhubungan dengan diagram : judul, kuantitas sebenarnya, unit
2. Item yang berhubungan dengan data : periode, tempat penelitian, jumlah data
 



Gambar 1
Contoh Diagram Pareto

No comments:

Post a Comment