Monday, April 14, 2014

Sejarah Penemuan Morse



Sejarah penemuan Morse code sebelum telepon, komputer dan telegraf ditemukan, manusia membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dalam menyampaikan pesan sampai di tujuan. Samuel Morse, terkenal sebagai penemu pesawat telegraf dan sandi Morse yang terkenal, sandi yang terdiri dari titik dan garis. Samuel Morse juga merupakan seorang seniman yang ulung dan seorang politikus. Samuel Finley Breese Morse, itulah nama lengkap Morse. Ia dilahirkan pada tanggal 27 April 1791 di Charlestown, luar kota dari Boston, Massachusetts.
Morse code pertama kali digunakan secara luas setelah teknologi radio dan telegrafi berkembang pesat di akhir abad ke-19. Pada awal-awal penggunaannya morse code dipakai untuk pengiriman pesan antara dua tempat yang terpisah jauh dengan menggunakan teknologi radio CW (constant wave) atau gelombang tetap sebelum ditemukannya komunikasi radio dengan suara. Hal ini dikarenakan radio pada masa awalnya masih pada penggunaan gelombang rendah, yang tidak mampu mengirimkan gelombang suara, namun dapat mengirimkan bunyi sederhana seperti bunyi panjang-pendek dari morse code.
Morse code tidak lagi dipergunakan sebagai modul komunikasi resmi Angkatan Laut internasional pada tahun 1997, dan diganti dengan sistem GMDSS yang menggunakan satelit, bukannya gelombang radio. Namun, sampai saat ini morse code masih aktif digunakan dalam kemiliteran. Misalnya, digunakan untuk komunikasi jarak jauh antar kapal laut atau menara darat internasional.
Pada masa awal perkembangannya hingga pertengahan abad ke-20, morse code yang dikirim melalui telegraf adalah media komunikasi yang jangkauannya terluas dan tercepat, dan menjadi sarana utama pengiriman berita di kantor-kantor pos di seluruh dunia (Wikipedia, diakses pada 10 Juni 2013). Hingga saat telepon menjadi populer di masyarakat. Namun hingga saat ini radio amatir (radio non pemerintah, komersial maupun militer), termasuk ORARI Indonesia masih aktif menggunakan morse code, baik untuk berkomunikasi maupun berpartisipasi dalam kontes.
Morse code juga masih dicantumkan dalam pedoman radio telepon Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), walaupun hanya digunakan dalam keadaan tertentu saja. Pelayaran sipil juga masih menggunakan morse code untuk komunikasi jarak jauh.
Sinyal yang paling umum disepakati dan digunakan dalam morse code adalah sinyal "SOS" (... --- ...), yaitu kode yang digunakan sebagai tanda adanya bahaya yang telah disepakati oleh berbagai perjanjian maritim internasional, dan di beberapa negara dan wilayah menggunakan tanda ini di luar situasi gawat darurat dapat berakibat kepada ancaman hukuman. Kapal yang berada dalam bahaya dapat mengirimkan tanda ini sebagai sinyal darurat, baik dalam bentuk sinyal radio, lampu tanda, peluit atau bendera (Wikipedia, diakses pada 10 Juni 2013).
Morse code juga digunakan dan dipelajari didunia kepramukaan atau kepanduan. Dalam dunia kepramukaan morse code disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Morse code disampaikan dengan cara meniup peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.
Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili Oleh morse codenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan morse code yang berkebalikan antara titik dan garis, misal, huruf K yang diwakili oleh garis titik garis (-.-) berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh titik garis titik (.-.) dan alfabet dengan morse code berlawanan. Misal, huruf A yang diwakili oleh titik garis (.-) dan huruf N yang diwakili oleh garis titik (-.).
Kemampuan menerima dan mengirimkan morse code merupakan salah satu dari kecakapan yang dapat menerima Tanda Kecakapan Khusus. Morse code juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput.

No comments:

Post a Comment